Buku: How I Sold 1000 CDs In 30 Days: Bukan Cuma Soal Menjual CD.

sold CDJudul                    : How I Sold 1000 CDs In 30 Days

Penulis                 : Panji Pragiwaksono

Penerbit               : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit        : 2009

Halaman              : vii + 117

ISBN                   : 978-979-22-4315-4

“Buku ini bukanlah mengenai sebuah prestasi. Buku ini judulnya HOW I SOLD 1000 CDs IN 30 DAYS. Bukan WOW, I SOLD CDs IN 30 DAYS. Banyak yang punya prestasi lebih hebat. Banyak yang menjual 1000 CD dalam 1 Minggu bahkan. Buku ini mengenai BAGAIMANA cara saya menjual 1000 CD dalam 1 bulan. Buku ini mengenai metode. Mengenai strategi. Mengenai cara.”

Begitulah sedikit intro juga beberapa kalimat dalam sinopsis buku pertama Panji Pragiwaksono (ya, Panji si Penyiar Radio, Rapper, salah satu pelopor PROVOCACTIVE, dan acaranya yang dulu popular; KENA DEH…) yang saya baca. Mendapatkan buku ini amat tidak disengaja. Ketidaksengajaan yang menyenangkan, seperti biasa.

Sebagaimana telah disebutkan, ia menulis buku ini tidak untuk pamer atas prestasinya (atau tidak sekedar) melainkan untuk berbagi atas apa yang ia telah baca, pelajari juga praktekan untuk percobaannya terhadap album yang ia hasilkan. Ya, ia sebut ini sebuah percobaan. Nekad!

Sebagaimana kita tahu, menjual album atau CD original di negeri ini (juga di luar sana) di zaman digital saat ini susahnya minta ampun. Ditambah CD tersebut bukan merupakan aliran mainstream kebanyakan orang suka. Apa yang Panji usahakan adalah album dan apa yang juga jadi passion-nya; HIPHOP. Ditambah ini bukan dari jalur major! Well…

Di buku ini, Panji mengaku pecinta buku. Buku apapun. Termasuk buku-buku tentang motivasi dan marketing. Apa yang ia baca ditambah pengalamannya menghadapi para pendengar acara radionya ia aplikasikan dalam menjalankan apa yang ia inginkan dengan hobinya bermusik hiphop dan memasarkan apa yang ia hasilkan. Sejak awal ia sadar segala hambatannya, segala resiko juga segmentasi. Buku-buku itu, yang telah dibacanya dengan kritis, memberinya berbagai ide dan inspirasi. Pengalamannya secara literasi dan perjalanan CD hiphop-nya ia bagi dalam buku ini; HOW I SOLD 1000 CDs IN 30 DAYS. How? Ini beberapa kilas langkahnya (dan perlu dipahami, ini bukan cuma berkaitan tentang menjual album. Bisa di aplikasikan untuk apapun) :

  • FIND A NICHE!

“Kalau ada 1000 jarum di atas meja, bisakah anda menemukan jarum yang punya kualitas paling tajam, besi paling kuat, dan tidak akan bengkok dengan hanya melihat? Tapi kalau ada jarum warna ungu bisakah anda menemukannya di antara 1000 jarum biasa hanya dengan melihatnya?”

Itulah sekilas yang ingin disampaikan Panji. Mencari perbedaan dalam produk (CD) yang dijualnya. Diferensiasi. Keunikan. Oleh karena itu ia membuat musik hiphop yang tak biasa. Dari beat, lirik, hingga kolaborator, dari Tompi hingga Maliq & D’Essentials. Makanan, buku, pakaian, dan lainnya, apapun tentu bisa diaplikasikan. “Mau cari aman atau mau kelihatan” untuk membuat orang langsung teringat juga tertarik.

  • LEARN FROM THE OUTSIDE and the BOX OFFICE METHOD

Panji menjelaskan bahwa seseorang tidak bisa mengambil ilmu dan cara dari lingkup yang ia geluti saja. Harus berkreasi dengan metode lain dari luar sana, jauh dari apa yang digeluti. Karena metode dari ‘dunia lain’ apabila diaplikasikan dengan apa yang digeluti akan jadi cara-cara yang segar.

Sebagai contoh, untuk memasarkan albumnya, Panji studi banding dengan metode film-film box office dan ‘penjualannya’. Bagaimana para marketing film-film Hollywood selalu mempertaruhkan dan mengkonsentrasikan pada raihan minggu pertama, memberi antisipasi juga antusiasme,

Dalam bab ini juga Panji mengklasifikasikan jenis-jenis tanggapan orang terhadap suatu ‘produk’; Innovators (pencari sesuatu baru), Early Adaptors (pengadaptasi yang dilakukan Innovators), Early Majority (mayoritas masyarakat, pertama pengikut Early Adaptors), Late Majority (yang belakangan mengadaptasi), dan Laggard (pengkonsumsi yang basi).

“Mengapa semua itu penting? Karena periklanan sudah mati!”

Kalau dalam buku, masih pentingkah endorsement jika orang-orang sebagai konsumen tidak berbicara baik tentang buku tersebut dan tak tertarik?

  • TRADE UP!

Tentang memposisikan produk. Harga produk. Berbelanja telah menjadi semacam olah raga. Untuk menunjukan gengsi, kadang seseorang membeli sesuatu yang lebih mahal dari biasanya. Atau seseorang bisa membeli lebih murah sekalian. Jadi kita memposisikan produk kita dimana?

  • ADD VALUE!

Pandangan Panji tentang melawan pembajakan. Dari buku yang ia baca, pembajakan telah ada sejak tahun 1800 an. Di New York bahkan ada pajak untuk barang bajakan. ilegal jadi legal? Jadi baginya, bukan menghentikan pembajakan, tapi mengalahkan pembajakan.

  • TELL A STORY!

Tidak dengan iklan, tapi buat si produk dibicarakan orang-orang. Tentu dengan diferensiasi dan kualitas yang dimilikinya.

  • INVOLVE THE MARKET!

Mengikutsertakan konsumen pada proses berkarya atau menghasilkan produk. Memperkuat jaringan pembeli.

  • DON’T MAKE THIS!

Cara seseorang mau membeli CD tersebut (produk yang dihasilkan).

Juga ada semacam bonus track berupa diskusi.

Bagian-bagian buku ini yang telah di jelaskan sedikit di atas, Panji dapat dari penulis-penulis macam; Seth Godin, Malcolm Gladwell, Michael J.Silverstein, Sarah Mc Cartney, Barry Libert, Jon Spector, dan raja hiphop, Jay Z.

Ffiuh… berat-berat bukan? Tapi membaca buku ini, yang seolah ringkasan buku-buku dari penulis-penulis tersebut adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Sebagaimana banyak orang tahu, membaca buku marketing adalah kegiatan yang kaku. Buku ini, dengan kata-katanya yang santai, banyak yang tak sesuai EYD dengan berbagai istilah-istilah asing, membuatnya sangat elegan, segar dan berkelas. Banyak quote-quote menarik di tiap bab (yang bisa dijadikan motivasi) tapi tidak disampaikan menggurui. Seperti obrolan dan saran-saran yang diberikan seorang teman baik saja. Berhenti membaca buku ini karena ada pekerjaan yang tak dapat ditinggal adalah penyesalan yang sangat. Dan ini bukan sekedar bagaimana menjual 1000 CD dalam 1 bulan. Ini adalah bagaimana kita berkreasi, kritis, dan berani beda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s