Film: Habibie & Ainun (2012)

 

Produser

 

Manoj Punjabi

Sutradara
Faozan Rizal

Pemain:

Bunga Citra Lestari
Reza Rahadian
Bayu Oktara
Henky Solaiman
Ratna Riantiarno
Mike Lucock
Tio Pakusadewo

Produksi:                             MD Entertainment

Mungkin hampir seluruh warga Indonesia (mungkin juga beberapa Negara lain) tahu tentang kehidupan Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie dan Ibu Hasri Ainun Habibie. Pak Habibie yang pernah merasakan sebagai orang nomor satu di Indonesia juga sebagai simbol kejeniusan dan juga kebanggaan bangsa ini tentu kehidupan pribadinya sudah menjadi konsumsi umum. Apalagi dengan adanya buku-buku biografi, tayangan-tayangan dokumenter, berbagai info di internet, dan yang terbaru adalah sebuah film biopik tentang kebersamaannya dengan Ibu Ainun. Dan memang karisma Pak Habibie dan Bu Ainun masih begitu kuat, hingga meskipun kisah dalam film ini semua sudah dipastikan tahu bagaimana jalannya, tetap laris manis di pasar perfilman Indonesia.

Cerita film memang begitu literal, berurut sekali dari awal hingga akhir. Dari awal Rudi Habibie (Reza Rahadian) bertemu dengan Ainun (Bunga Citra Lestari) pada masa sekolah, berlanjut hubungan mereka ketika dewasa ketika Habibie pulang dari Jerman dan Ainun telah lulus kuliah dan jadi dokter umum. Kemudian menikah, pindah ke Jerman, susah senang selalu bersama, punya anak, kemampuan Habibie yang begitu dikagumi masyarakat Jerman, kembali ke Nusantara dan membangun IPTN, menjadi presiden dengan singkat, kembali ke Jerman, dan seterusnya. Selama itu Ainun tetap teguh menjadi istri dan ibu yang sangat baik. ( Dan pembocoran akhir cerita film ini tidak jadi sebagai dosa besar ke delapan, lanjutan film “Seven”, atau Bencana ke sebelas, tambahan untuk film “The Reaping”.)

Faozan Rizal selaku sutradara begitu patuh dengan kisah yang ada, sesuai urutan cerita yang telah diketahui bersama maupun sesuai buku yang telah diadaptasi. Ia seolah berusaha memasukan semua bagian cerita sebanyak dan semaksimal mungkin, hingga terlupakan kisah ini dikemas sebagai film drama tayang di bioskop, bukan untuk film dokumenter. Begitu banyaknya unsur yang dimasukan, hingga dengan terbatasnya waktu, antara satu plot dengan plot yang lain terasa begitu singkat, jadi terlihat seperti cuplikan-cuplikan untuk film yang lebih besar (atau untuk serial TV). Mungkin seharusnya film Pak Habibie dan Ibu Ainun dibuat tidak secara keseluruhan, bisa diambil masa tuanya saja misalkan (dapat mengambil contoh film “Amour” karya Michael Haneke. Atau film-film biopik yang pernah dibuat Steven Spielberg).

Karena cepatnya alur film inilah akting Reza Rahadian yang begitu hebat dan Bunga Citra Lestari yang bisa mengimbangi jadi terganggu karena make up yang tidak memadai (transformasi dari muda ke tua dengan riasan seolah seadanya begitu mengganggu. Reza Rahadian jadi terlihat sebentar tua, sebentar terlihat lebih muda). Padahal Reza begitu menghayati dengan sikap dan kebiasaan sesuai pak Habibie. Cara ia berbicara, tertawa, mimiknya, cara ia berjalan. Tunggu, cara berjalannya berlebihan.

Lalu beberapa gambaran salju yang terlihat palsu, Proses dari pertemuan kembali Habibie dan Ainun sampai pernikahan pun, karena begitu singkatnya, jadi tak mengena. Peran-peran pendukungpun tidak kuat. Kedua anak Habibie-Ainun terasa sebagai peran tempelan belaka dalam film ini.

Tapi usaha Faozan Rizal (yang sebelumnya sering dalam posisi Director of Photography dan banyak membuat film pendek, juga dosen di IKJ), segenap crew juga MD Entertainment sangat layak diapresiasi dan patut ditonton. Suasana vintage dan setting tempo dulu begitu nyaman dilihat. Tempat, lingkungan, rumah, kostum, pas dengan penceritaan. Musik sudah tertata rapi sesuai film-film biopik biasanya. Saya pribadi sangat suka dengan dua adegan mesin jahitnya. Sederhana, tapi romantis dan begitu mengharukan pada akhirnya.

Hmm…Seandainya kisah besar ini cukup diambil dan dieksplor cukup menjelang bagian akhir saja (dengan obrolan masa lalu sebagai retrospektif), maka mungkin film ini bisa begitu indah dan mengharukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s