[Resensi Album] LAJU – BONITA

laju-cover-bangwinissimoTahun 2009 lalu telah dirilis sebuah album dari seorang diva yang jauh dari hingar bingar popularitas mainstream. Album yang diberi judul “Laju” oleh penyanyi dengan suara lembut di satu sisi, dan begitu kuat di sisi lain, Bonita.

Cukup jauh jarak Bonita merilis album solo keduanya ini dari rilisan album pertama yang dikeluarkan tahun 2003. Kali ini ia memilih jalur indie atas nama “rumahbonita” dengan distribusi oleh “Demajors”. Ada rasa syukur tersendiri jika seorang penyanyi dan musisi seperti Bonita memilih jalur indie. Ia tentu bisa lebih bebas berpetualang dengan kualitas musiknya dibanding harus bermain di ranah major label yang menuntut karya itu-itu saja.

Album ini bersisi 16 lagu. Jumlah yang sangat banyak untuk album Indonesia, apalagi bukan kategori album “The Best of…”. Banyaknya jumlah lagu dalam album ini tidak lantas membuat pendengar jenuh. Jangan sepelekan kualitas musik yang dimiliki Bonita, mengingat ia tumbuh di tengah keluarga pemusik dan bergelut dengan musik sejak kecil.

Album ini disajikan dengan gaya yang terasa minimalis dan menenagkan, tapi kaya dengan berbagai 20150119_152237nada dan bunyi-bunyian. Irama nylon guitar, synthesizer, bass dan drum tersebar hampir di seluruh lagu, merefleksikan irama folk dan jazz yang lembut. Suara akordeon terdengar begitu indah di lagu “Komidi Putar” yang bergaya seperti irama sirkus. Lagu ini juga terdapat di dalam albus original soundtrack “Sang Pemimpi”. Sangat cocok merepresentasikan imajinasi rakyat biasa. Irama kecapi Cina (guzheng) juga terdengar meliuk-liuk dan menggoda di lagu ini, juga di lagu “Pengulangan”. Irama lain yang begitu menonjol dalam album ini adalah slide guitar di lagu pembuka yang berjudul “Rumahku” hingga membuat lagu ini sedikit beraroma country. Cellos di lagu “Dendangku” juga cukup tebal. Flutes, djembe dan doumbek begitu riang terdengar di lagu “Bangun” sesuai dengan isi lagu tersebut yang terdengar begitu bersemangat. Permainan drum (oleh Titi Sjuman) yang sangat terasa berada di lagu “Mellow”. Sementara di lagu “Ari” aura bossanova dan irama glockenspiel mengajak pendengar menggoyangkan kepalanya dengan khidmat. Aransemen yang paling ramai ada di lagu “You Cheer Me up” dan “It’s Over Now”. Jika di dalam lagu-lagu sebelumnya suara Bonita berakrobatik dengan lembut, di dua lagi ini ia menunjukkan power suaranya yang sangat unggul.

Di lagu “You Cheer Me Up” suara Bonita terdengar bergaya soul dan funk, meliuk bersama saxophone yang ditiup dengan atraktif oleh Indra Aziz dan irama trumphet yang tak mau kalah. Lagu “It’s Over Now” juga begitu ramai, suara Bonita yang sangat prima, dengan sentuhan gospel, soul dan funk, diiringi oleh djembe, shaker dan saxophone yang saling sahut membentuk nada yang harmonis.

Album ini juga berisi lirik-lirik yang kuat dan dalam makna yang hampir semuanya ditulis oleh Bonita. Simaklah “Rumahku”, bagaimana ia membuat pendengar mengartikan kembali arti rumah dan tempat tinggal, “Komidi Putar” yang bukan sekedar hiburan rakyat, “Telur” yang bercerita tentang kenyamanan terhadap diri sendiri, “Bangun” tentang semangat hidup dan rasa syukur, “Pena” yang menceritakan tentang kekuatan sebuah tulisan, dan lirik-lirik kaya makna lainnya.

Album ini adalah pencapaian luar biasa untuk Bonita. Tidak peduli dirilisnya melalui indie label, kualitas musiknya begitu unggul, kaya dan membanggakan. Pengalaman yang sangat menyenangkan mendengarkan album ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s