[Resensi Film] Kacaunya Dunia Persilatan

Produser
Helfi Kardit
Sutradara
Hilman Mutasi
Penulis Naskah
Hilman Mutasi

Pemain:

Agung Saga Sebagai  Panci Tengkorak
Aming Sebagai  Siluman Antik
Darius Sinathrya Sebagai  Broma Membara
Ery Makmur Sebagai  Samurat Jepang
Guntur Nugraha Sebagai  Wira Sobling
Joe P. Project Sebagai  Datuk Berdahak
Tora Sudiro Sebagai  Si Buta Dari Gua Buat Elu
Vicky Monica Sebagai  Mantri

Kacaunya Dunia Persilatan 2015Sejak menonton trailernya, saya sudah bersiap-siap, Kacaunya Dunia Persilatan bukanlah film yang serius untuk ditonton. Saya telah bertekad untuk tidak mengharapkan apa-apa dari film ini. Saya sudah berusaha untuk merendahkan ekspektasi saya. Saya hanya perlu hiburan dan saya bersemangat menontonnya di hari pertama. Padahal saya telah diperingatkan oleh bisikan agung di dasar sana, sepertinya film ini akan segaring “Date Movie”, “Epic Movie”, ataupun “Superhero Movie” yang memparodikan beberapa film. Tapi bisikan itu saya enyahkan. Mungkin kali ini beda, mungkin, pikir saya sebelum menonton.

Ada rasa optimis di awal film. Film dibuka dengan animasi “ala kadarnya” seperti seri animasi yang tayang di TV lokal ataupun di iklan-iklan. Struktur gambarnya seperti yang ada di buku Bahasa Inggris anak-anak SD. Meskipun demikian, awal pembangun cerita yang disajikan dengan animasi itu cukup lucu. Lalu gambar animasi berubah menjadi gambar nyata. Di bagian awal adegan-adegan yang dilakoni oleh para aktor dan aktris sungguhan pun cukup memberi harapan. Pengenalan para tokoh secara komikal, baik pendekar golongan putih seperti Broma Membara (Darius Sinathrya), pemimpin perguruan silat Kera Mas (Iang Darmawan), dan Si Buta dari gua buat elu (Tora Sudiro) maupun golongan hitam; Panci Tengkorak (Agung Saga), Wira Sobling (Guntur Nugraha) dan Siluman Antik (Aming) cukup menghibur. Mereka telah pas dengan peran masing-masing. Adegan topi Mas Bro, perusahaan panci, cerita sukses MLM dan duel antara Si Buta dari gua buat elu dengan Samurat Jepang pun cukup membuat tertawa.

Tapi di adegan-adegan selanjutnya, dimana para pendekar antar golongan berlomba mencari pedang pusaka yang hilang hingga pengkhianatan dan mendapatkan anggota baru, usaha-usaha untuk membuat kelucuan dengan gaya slapstick itu kebanyakan gagal. Jurus asal masukkan adegan, cerita, lelucon, parodi dan sindiran di sana-sini (yang sah-sah saja untuk film seperti ini) yang digunakan sang pembuat film banyak yang sia-sia dan garing. Penempatannya telah tepat sebenarnya, tapi entah, sepertinya kurang menyatu dan tanggung dalam pengemasan. Beberapa pemeran, seperti pemeran Nyi Kembang Goyang pun tidak begitu menguasai apa yang dilakoninya. Adegan pertandingan dengan tampilan seperti sebuah game sebenarnya cukup unik ada di dalam film, tapi itu disajikan dengan berlebihan. Adegan surat-menyurat yang diceritakan dengan animasi pun ke luar batas penyajian. Tapi dari sekian banyak usaha yang gagal itu, ada beberapa usaha yang cukup berhasil di pertengahan film, seperti parodi sebuah kuis dan iklan sebuah pengobatan tradisional. Dan dua bintang tamu di akhir film yang menarik kembali kenangan masa kecil ketika menonton film kolosal seperti puncak “keberhasilan” dari film ini.

Usaha Hilman Mutasi menyajikan latar kolosal yang tidak mengecewakan harus diapresiasi. Usahanya untuk turut membangkitkan kembali film silat lokal pun harus diacungi jempol. Kadar lucu dan menghibur memang relatif. Mungkin bagi sebagian orang adegan-adegan demikian tidak lucu dan membosankan, tapi bisa saja menurut sebagian yang lain adegan-adegan itu amat sangat buang waktu, namun jangan sedih, masih ada segelintir orang yang malah menganggapnya sangat lucu. Beda orang, beda pengalaman menonton. Jadi, usahakan kepala anda dalam keadaan kosong dan bebas tuntutan sebelum menonton film ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s