[Event] “TRIK” oleh TeaterMandiri

20150130_200820“Bentara Budaya” sebagai salah satu tempat andalan untuk memperkenalakan Indonesia lewat seni sering mengadakan berbagai acara maupun pertunjukkan, seperti diskusi, pemutaran film, pentas musik, tari, bedah buku, pameran lukisan, workshop, teater dan sebagainya. Dan pada tanggal 29 sampai 30 Januari 2015 lalu, Teater Mandiri sukses menampilkan pertunjukkannya lewat judul “TRIK” karya Putu Wijaya.

TRIK merupakan sebuah naskah teater berdasarkan dua cerpen karya Putu Wijaya sendiri, yaitu “Protes” yang dimuat kompas di penghujung tahun lalu dan “Bendera” yang dimuat Jawa Pos juga di penghujung tahun lalu. TRIK membawa penonton bertemu dengan Nyonya Baron Van Iblis yang ingin membangun sebuah gedung 30 lantai di lokasi pemukiman penduduk dan pasar tradisional.20150130_200405 Rencana ini tentu mengundang protes dari penduduk. Mereka meminta Pak RT, Pak Amat untuk menyampaikan protes mereka pada Nyonya Baron Van Iblis. Istri sang RT pun turut mendesak. Tapi pintar dan cerdiknya Nyonya Baron, kerasnya pemuda setempat dan istrinya yang sering goyah pendirian membuat Pak RT sering berada dalam kondisi serba salah. Konflik semakin memuncak ketika bendera merah putih terpasang terbalik di depan rumah Nyonya Baron.

TRIK merupakan lakon yang jenaka. Penonton dibuat tertawa berkali-kali di tiap adegan-adegannya; bagaimana Pak RT dibuat diam tanpa protes menghadapi Nyonya Baron, lincahnya trik Nyonya Baron memutar kalimat-kalimat inteleknya, Obrolan 20150130_203405di ruang keluarga dimana istri Pak RT lebih punya kekuatan dibanding suaminya, bahkan kelucuan menyusup di dalam adegan huru-hara pemuda. Penonton juga dibuat turut aktif dalam adegan ketika para pemain memberikan beberapa pertanyaan langsung dan mereka bermain begitu dekat dengan penonton. Di dalam pertunjukkan teater, para pemain dituntut tampil lebih dari sekedar prima. Dengan panggung dan set yang sangat minimalis, para pelakon di TRIK berhasil memberikan penampilan yang apik. Terutama pemeran Nyonya Baron Van Iblis, Pak RT dan Bu RT, mereka berperan begitu lentur.

Selalu ada sensasi tersendiri ketika menonton lakon di teater. Saya selalu takjub ketika melihat para 20150130_210202pemain berakting langsung di depan mata saya tanpa ada perantara, tanpa bisa diulang dan tanpa editing. Dan merupakan suatu kehormatan bisa menyaksikan langsung karya Sang Maestro, Bapak Putu Wijaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s