[Event] Bejazzled with Dira Sugandi

20150207_193238Saya mengetahui Dira Sugandi dan suaranya yang powerful dari penampilannya di sebuah stasiun TV, sebuah acara musik tentang pemilihan 50 penyanyi Indonesia terbaik dan ia meramaikan dengan menyanyikan beberapa lagu, salah satunya berjudul “Bring It On”. Saya langsung jatuh cinta dengan penampilannya, dan lagu jazz bertempo cepat itu sangat seru didengar. Ketika saya mampir ke toko musik yang saya sering singgahi, saya melihat albumnya yang berjudul “Something About The Girl”, tanpa pikir panjang saya membeli album itu. Sebuah album yang sempat beredar di berbagai negara, termasuk Inggris, dan diproduseri oleh pentolan grup “Incognito” Jean Paul ‘Bluey’ Maunick.

Pada Sabtu, 7 Januari 2015, @atamerica menggelar sebuah acara bertajuk “Bejazzled with Dira 20150207_193246Sugandi”. Sebuah acara yang mengusung penghormatan pada musisi jazz perempuan Amerika. Saya antusias sekali. Akan menjadi sebuah pertunjukkan malam Minggu yang elegan dengan Dira Sugandi di atas panggung bernyanyi lagu-lagu jazz klasik bersejarah. Dan benar saja, satu jam setengah malam itu riuh dengan kekaguman dan tepuk tangan.

Acara dimulai pukul tujuh dan penonton meluap hingga duduk di dekat panggung dan di luar teater; para pecinta jazz yang merindukan sebuah “konser” yang tidak main-main dan berkesan. Lalu para personil band pengiring masuk dan mulai fokus pada instrumen masing-masing. Piano, double bass, drum, trumpet dan tenor saxophone mulai bersenandung dan berdialog dalam nada. Suasana harmonis dan nyaman langsung terasa. Lalu muncullah yang ditunggu, Dira Sugandi dengan penampilan anggun dan elegan.

20150207_193507Sekitar sepuluh lagu yang disajikan, semuanya adalah karya dari musisi jazz perempuan legendaris Amerika diantaranya Diana Washington, Sarah Vaughan, Billie Holiday, Nancy Wilson dan Ella Fitzgerald. Di sela usai lagu, Dira membacakan latar dan sejarah perempuan di dalam jazz, peran besarnya dan quotes yang terkait. Meski kadang terasa kaku karena tekstual, tapi tak apalah. Penonton datang untuk mendengar merdu Dira menyanyi.

Suara Dira begitu pas dan terkendali pada tiap lagu yang dinyanyikannya, meliuk dan menggoda telinga audiens yang mendengar. Hingga membuat penonton tersenyum, tenggelam dalam lagu, menggoyangkan badan, menganggukkan kepala dan turut bernyanyi sesekali. Penonton terserap dalam penghayatan Dira. Ia memejamkan mata, tersenyum renyah, kadang menatap lembut dan lirih untuk menghayati lagu. Bahkan ia menitikan air mata ketika menyanyikan lagu berjudul “Gloomy Sunday” milik Billie Holiday yang terdengar sendu. Sebuah lagu yang tercipta di masa perang. Ia bilang, tidak terbayang hidup pada masa itu. Tak pelak tepuk tangan pun bersambut di setiap lagu.

Bicara musik jazz dan aksi panggung, tidak lepas dari improvisasi yang sering ditonjolkan begitu luwes20150207_193307 selain oleh sang penyanyi juga oleh band pengiring. Improvisasi yang sangat terasa ada di lagu “Body and Soul” milik Sarah Vaughan yang belum lama dipopulerkan kembali oleh Tony Bennett dan Amy Winehouse. Lagu lawas dengan tempo lambat dibawakan kembali dengan instrumen yang lebih menghentak dan tempo lebih cepat. Di tengah penampilan, Dira memperkenalkan musisi-musisi yang menemaninya malam itu. Ada pianis muda Sri Hanuraga, pemain double bass Indra Perkasa, Peniup trumpet Indra Dauna, peniup tenor sax Ricad Hutapea, dan tentunya suami tercinta Dira, Elfa Zulham yang bermain drum. Mereka bermain begitu harmonis dengan piawai dan gaya improvisasi masing-masing. Bersahutan dan bercakap dengan melodi. Manis sekali terdengar. Masuknya vokal Dira membuat kesatuan penampilan tersebut seperti puzzle yang rekat dan utuh. Dan penyusunan puzzle itu terkesan effortless. Skill mereka dan chemistry satu sama lain membuat panggung tersebut seperti makanan sehari-hari. Keakraban mereka makin terasa ketika mereka saling melempar candaan yang membuat penonton terlibat dan tertawa. Menyenangkan untuk dilihat.

Dira dan band juga mengajak penonton ikut terlibat di sebuah lagu yang berjudul “Tisket Tasket” pada penghujung penampilan mereka. Kami antusias saling berkomukasi dengan nada dan lirik. Walaupun cuma sedikit tapi seru. Tapi sayang sekali, mini konser tersebut harus usai. Penonton kembali riuh dengan seruan kagum dan tepuk tangan cukup lama sebagi penutup. Penampilan harmonis seperti ini akan selalu diingat dan dirindukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s