[Event] Kongkow Pencak Silat Kota Bekasi 2015: Silaturahmi & Kopdar Budaya

“Miara buaya dipagerin kawat

Ngiat angsa tengah malem

Kalo budaya kagak pada dirawat

Alamat bangsa bakal tenggelem”

Sebuah pantun karya Engkong Guntur Elmogas, seorang maestro pantun yang telah memecahkan rekor MURI dengan berpantun selama kurang lebih 12 jam, sebuah pantun tentang pentingnya menjaga budaya daerah untuk memperkuat bangsa. Berangkat dari paham tersebut, Minggu lalu, tanggal 15 Februari 2015, IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Bekasi mengadakan sebuah acara berupa “Kongkow Pencak Silat Kota Bekasi 2015: Silaturahmi & Kopdar Budaya”.

Acara dimulai dari lokasi Car Free Day di kawasan Jalan Ahmad Yani, depan GOR Bekasi; titik kumpul, atraksi dari beberapa perguruan silat, sambutan-sambutan dari pejabat setempat dan ramah tamah. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pawai budaya dari GOR Bekasi menuju lapangan alun-alun kota Bekasi, di depan Masjid Agung AL-Barkah. Terlihat masyarakat berbagai usia di acara tersebut, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Yang membanggakan adalah jumlah pemuda-pemudi yang jauh lebih banyak. Hal itu memberikan rasa optimis akan nasib dan perkembangan budaya silat Bekasi ke depannya.

Sesampainnya di lapangan alun-alun, acara yang dihadiri oleh sekitar 52 perguruan silat sekitar Bekasi seperti Garuda Nusantara, Perisai Putih, IKSPI Kerasakti, Merpati Putih, Perisai Diri, Tunas Sakti, Satria Muda Indonesia, Buaya Putih, Cakra Elang, Bocah Bekasi, dan lain-lain tersebut mempersilakan para pesertanya untuk duduk sejenak dan menikmati konsumsi yang telah disediakan panitia dan Indosat sebagai sponsor, selagi MC juga menghibur para peserta dengan berbagai kuis dan permainan. Acara juga dihadiri oleh Bapak Ketua IPSI, Ketua KONI, Komandan Kodim, para Budayawan Bekasi, dan pejabat setempat lainnya yang juga memberikan sambutan.

Susunan acaranya antara lain Rebut Dandang, Puisi dan Pantun oleh Engkong Guntur Elmogas, Sambutan-sambutan, pengangkatan gelar pendekar bagi pembina pencak silat dan budaya, perkenalan dan silaturahmi komunitas pencak silat dan budaya serta atraksi kegiatan dan penampilan. Acara atraksi inilah yang paling mengundang kehebohan karena masing-masing perguruan harus tampil sebaik dan sebijak mungkin. Acara berlangsung dari pukul delapan pagi hingga empat sore.

Menyenangkan sekali melihat para pendekar ini, terutama para pendekar cilik dan remajanya. Mereka begitu semangat dan berenergi, bahkan banyak yang terlihat masih berlatih di sela-sela acara, salah satu cara pula mempromosikan perguruan silatnya. Ada rasa bangga dimana di masa modern seperti ini kegiatan pawai pencak silat dan kongkow budayanya masih bertahan dan diminati oleh banyak orang. Semoga akan terus terawat dan dipertahankan.

Dalam sambutannya, Bapak Komandan Kodim mengingatkan agar semua perguruan silat bersatu dan tidak mempergunakan keahliannya untuk pamer kemampuan. Semua berujung pada pantun Engkong Guntur di awal tulisan ini, agar bangsa juga tidak tenggelam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s