[Esai] “Bloom’s Taxonomy” dalam Pembelajaran Sastra

(Foto oleh: Nila Hapsari)

Dalam istlah pendidikan, Bloom’s Taxonomy adalah suatu cara pengelompokkan yang digunakan untuk membedakan tingkat kognitif manusia yang berhubungan dengan pemikiran, pemahaman dan pembelajaran. Para pendidik biasanya menggunakan Bloom’s Taxonomy untuk mengetahui apa yang harus diajarkan pada tahap tertentu dan cara apa yang harus dipakai sesuai dengan tingkat berpikir, intelektual, emosi dan fisik manusia. Manuasia mempunyai pemahaman masing-masing, bisa dikelompokkan sesuai umur dan kecakapan yang ia punya dalam mempelajari sesuatu. Taksonomi ini digunakan untuk membantu mengembangkan pengertian dan klasifikasi dalam hal “cara berpikir” dan “pemecahan masalah” yang memungkinkan suatu organisasi atau institusi dapat membedakan persamaan dan perbedaan tujuan dalam suatu program (Bloom, 1956).

Pertanyaan dasar yang sering dilontarkan oleh seseorang (terutama para pendidik) biasanya adalah: “Harus dimulai dari mana cara untuk meningkatkan pemikiran dan pemahaman manusia?” (Houghton, 2004). Untuk itulah Bloom’s Taxonomy hadir sebagai acuan pengklasifikasian kemampuan manusia.

Bloom’s Taxonomy pertama muncul pada tahun 1956, dipelopori oleh seorang psikolog dari Universitas Chicago, Benjamin Bloom. System tersebut pertama diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals”. Bloom’s Taxonomy mempunyai tiga domain, yaitu kognitif (intelektual), afektif (emosi) dan psikomotorik (fisik). Tetapi dalam perkembangannya, banyak yang lebih fokus ke arah kognitif.

Pada awalnya, ada enam kategori atau tingkatan dalam kognitif domain Bloom’s Taxonomy; knowledge (pengetahuan), comprehension (pemahaman), application (penerapan), analysis (ulasan), synthesis (perpaduan) dan evaluation (penilaian). Namun pada tahun 2001, ada semacam peninjauan ulang terhadap taksonomi ini, sehingga dihasilkan “Revised Bloom’s Taxonomy” yang berisi; Remembering (ingatan), Understanding (pemahaman), Applying (penerapan), Analyzing (ulasan), Evaluating (penilaian), dan Creating (penciptaan). Pengklasifikasian ini bisa diterapkan dalam berbagai macam pembelajaran, baik linguistik, matematika, sains, maupun dalam sastra. Dalam kaitannya dengan sastra, Bloom’s Taxonomy bisa dijadikan acuan dalam tahapan penciptaan karya.

Sastra merupakan hasil kreatifitas manusia dalam mengungkapan penghayatannya tentang kehidupan, tentang manusia dan kemanusiaan yang menggunakan bahasa (Rusyana, 1982). Karya sastra adalah ungkapan jiwa dan batin penciptanya (Sastrowardoyo, 1988). Karya sastra muncul dalam bentuk fisik (bahasa) yang khas. Kekhasan bahasa itu menunjukkan bahwa karya sastra bukanlah komunikasi biasa, melainkan komunikasi yang unik dan dapat menimbulkan multi makna dan penafsiran (A.Teeuw: 1984). Jadi, sastra merupakan salah satu media ekspresi, dimana penciptanya mengkomunikasikan apa yang ia lihat dalam kehidupan dan nilai dalam kemanusiaan dengan bahasa, lalu diwujudkan dalam bentuk tulisan.

Pembelajaran sastra dilaksanakan dalam hal konteks keterampilan berbahasa yang menggunakan materi sastra, sehingga model pembelajarannya adalah mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dapat diterapkan dalam pembelajaran sastra (Widodo, 2009). Memberikan kesempatan pada orang yang belajar sastra untuk memperoleh pengalaman sastra merupakan tujuan utama pengajaran sastra, dengan sasaran: mampu mengapresiasi cipta sastra (Gani, 1988). Pembelajaran sastra harusnya menggunakan media karya sastra sebagai bahan kajian, karena cara terbaik untuk belajar adalah langsung mengacu pada karya-karya yang telah diciptakan. Dengan begitu sensasi dan pengalaman sastra akan datang dengan sendirinya.

Bloom’s Taxonomy bisa menjadi semacam acuan baru dalam hal pembelajaran sastra. Tingkatan atau tahapan yang ada dalam pengklasifikasiannya dapat memberikan gambaran dimana letak mereka dalam hal pembelajaran. Banyak yang berpendapat bahwa setiap orang bisa saja tidak perlu berurutan dan melompati tingkatan dalam taksonomi tersebut. Tapi, beriringan dengan umur dan tingkat keahlian yang dimiliki seseorang, sepertinya tidak bisa begitu saja melompati tahapan yang ada. Seseorang harus kenal terlebih dahulu dengan sastra, setelah ia kenal dan cinta, maka selanjutnya, tahap demi tahap ia bisa menciptakan karya.

Mengacu pada Revised Bloom’s Taxonomy, pembelajaran dalam sastra dapat dirinci sebagai berikut:

  1. Remembering (Mengingat)

Dalam tahap awal ini, seseorang mengenal dan mengingat apa itu sastra. Meski tidak secara ilmiah dan teoritis, tapi ia telah tahu seperti apa itu karya sastra. Kecintaan pada karya sastra akan membuat pengetahuan terhadap sastra itu sebagai memori jangka panjang.

  1. Understanding (Pemahaman)

Setelah seseorang itu tahu dan mengingat apa itu sastra dan ragam contoh karyanya, lambat laun dengan berbagai pengalaman berupa hasil bacaan, obrolan dan diskusi, maupun belajar dari kesalahan pengertian sendiri, ia akan paham sastra itu seperti apa. Kenapa ada sastra dan untuk apa sastra.

  1. Applying (Penerapan)

Selanjutnya dari apa yang ia pahami tentang sastra, ia akan bawa dan bicarakan pemahamannya tersebut (baik berupa teori atau pemikiran dari hasil membaca) ke dalam berbagai diskusi maupun obrolan sederhana. Dalam tahap ini ia sudah merasa tergerak untuk membuat karya atau bisa juga ia mulai menuliskannya.

  1. Analyzing (Analisa / Ulasan)

Dengan segala yang ia dapat dari pengetahuan, pengalaman membaca, pemahaman, hasil diskusi ataupun penerapan, selanjutnya ia akan melakukan ulasan atas apa yang ia telah dapat tersebut. Ulasan tersebut bisa berupa berpikir kritis tentang apa yang ia pahami ke dalam hal-hal detil, menentukan mana dari pemahaman yang telah diperoleh yang bermanfaat dan relevan baginya, juga dalam hal ini ia dapat membedakan hal-hal yang berkaitan dengan sastra dan menganalisa karya.

  1. Evaluating (Penilaian)

Seseorang bisa memberikan pendapat apapun tentang karya sastra yang ia telah baca. Ia bisa memuji, ia bisa mencela, ia mengkritisi. Penilaiannya itu bisa ia lontarkan dalam diskusi ataupun ia bisa tulis.

  1. Creating (Penciptaan)

Setelah seseorang kenal dan ingat terhadap sastra dan karya-karya yang ada, lalu memahami, kemudian menerapkan (dengan mencoba menulis), mengulas dan menilai, maka ia akan mendapat keresahan dan keinginan tersendiri bahwa ia harus sepenuhnya menghasilkan sesuatu. Keinginan untuk sepenuhnya menciptakan karya sastra dan keinginan agar karyanya tersebut dibaca (dengan menerbitkannya dan dilemparkan ke publik).

Maka bermula dari proses kreatif tersebut akan berlangsung siklus-siklus baru. Yang berbeda dari siklus yang baru adalah bahwa ia menganalisa dan menilai karyanya sendiri sebagai amunisi untuk menciptakan karya-karya selanjutnya. Ia telah siap karya-karyanya dijadikan sebagai acuan dari siklus tingkat pembelajaran orang lain.

Referensi:

Bloom, Benjamin. S. (1956). Taxonomy of educational objectives. New York: Longmans.

Bloom’s Taxonomy, http://edglossary.org/blooms-taxonomy/

Gani, R. 1988. Pengajaran Sastra Indonesia: Respon dan Analisis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Houghton, R.S.. (2004. March 17). Communities Resolving Our Problems (C.R.O.P.): the basic idea: Bloom’s Taxonomy – Overview. Retrieved March 12, 2005 from http://www.ceap.wcu.edu/Houghton/Learner/think/bloomsTaxonomy.html

Rusyana, Yus. 1984. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius

Sastrowardoyo, Subagio. (1988). Mencari Jejak Teori Sastra Sendiri (Renungan Seorang Awam). Jakarta: Angkasa.

Teeuw. A. 1984. Sastra dan Ilmus Sastra, Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya

Widodo, R. 2009. Model Pembelajaran Sastra, (online) (http://wyw1d.wordpress.com/author/wyw1d/, diakses 14 Februari 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s