[Event] From Adhitia Sofyan with Love

20150220_190627Banyak orang mengenal Adhitia Sofyan mungkin dari lagunya “Adelaide Sky” yang menjadi soundtrack film “Kambing Jantan” yang popular pada tahun 2009. Tapi sebenarnya ia telah mengawali karir bermusiknya dengan merilis proyek solo pada tahun 1999 dan telah diputar oleh radio di Bandung pada tahun itu. Karir bermusiknya memang tidak semulus musisi major, namun semenjak itu ia telah konsisten dalam jalur musiknya; folk. Ia telah merilis 3 album, yaitu Quiet Down (2009), Forget Your Plans (2010), How to Stop Time (2012), dan 2 EP; I’m Not Getting Any Slimmer, So Here We Go… (2008) dan Live From His Bedroom (2008). Ia juga tak sungkan membagikan lagu-lagunya secara gratis lewat blognya www.adhitiasofyan.wordpress.com.

Jum’at, 20 Februari lalu, @atamerica kembali menyuguhkan sebuah mini konser yang selalu berkesan bagi para pengunjungnya, dimana saat itu Adhitia Sofyan adalah musisi yang dihadirkan. Malam itu Adhitia Sofyan tidak tampil sendiri dengan gitarnya saja, tapi juga ditemani oleh Kristian Dharma pada bass, Jessi Mates pada drum, dan Jonathan Palempung pada kibor.

Ada total 12 lagu yang dibawakannya menghibur audiens yang memenuhi ruangan. Ia memulai mini konser dengan lagu 20150220_192138yang berjudul September, lalu berlanjut dengan sebuah lagu yang lembut tentang hingar-bingar kota berjudul Forget Jakarta. Di sela selesainya lagu ia sesekali bercerita tentang proses kreatif dan pengalamannya. Ia menceritakan bahwa ia telah menciptakan banyak lagu tentang cinta, termasuk banyak pula tentang patah hati dan kesedihan. Ia juga bercerita bahwa kebanyakan lagu-lagu yang diciptakannya berawal dari bagian gitar terlebih dahulu. Ia biarkan petikan gitar mengalir begitu saja walaupun ia tidak tahu lagunya nanti seperti apa.

Suasana musim hujan masih terasa, ia pun menyanyikan dua lagu tentang hujan. Satu-satunya lagu yang berbahasa Indonesia pada mini konser tersebut adalah lagu anak-anak yang berjudul Tik Tik Bunyi Hujan yang dikemas dengan syahdu dan lebih bermelodi. Lalu lagu tentang hujan selanjutnya adalah After the Rain. Lagu yang paling mengharukan pada malam itu adalah lagu tentang kehilangan seseorang yang berjudul Mother. Tapi lagu tersebut tidak terjebak kesenduan emosi dan kehilangan, tapi liriknya malah memantik semangat bahwa walaupun orang yang dicintai telah pergi, tapi lihatlah langit dan ceritakan kegelisahanmu seolah orang yang dirindukan ada di atas sana, lalu bilang semua baik-baik saja. Bagian yang paling menggetarkan dari lagu ini adalah hentakannya di penghujung lagu, perpaduan drum dan gitar yang menggugah.

20150220_193344Penampilan Adhitia Sofyan dengan kepiawaian liukan syahdu petikan gitarnya dan bandnya yang tampil apik masih terus berlanjut dengan World Without A Sky, The Stalker, W.Y.L., Tokyo Lights Fade Away, lagu yang paling ditunggu yang membuat audiens ikut bernyanyi sambil tersenyum-senyum Adelaide Sky, Into You, dan Blue Sky Collapse. Melihat penampilan Adhitia Sofyan mengingatkan saya pada John Mayer, Beck, Bon Iver, Ryan Bingham, Bob Dylan dan sedikit aura musik Bruce Springsteen. Menyenangkan sekali bisa melihat musisi yang benar-benar bisa bersenang-senang dengan musiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s