The Zoo Story, Pementasan “Kelompok Teater Kami”

Di depan kebun binatang, ada dua anak muda yang sedang berduaan. Yang satu melempar godaan, yang satu lagi melahapnya dengan senang. Sementara tukang bersih-bersih duduk istirahat sambil menikmati kopi di gelas plastiknya. Lagu koplo tentang cabe dan terong bergema mengisi telinga. Tapi tiba-tiba gemuruh protes membelah suasana. Sekelompok anak muda berteriak membawa spanduk. Mereka menyalak kalau para pejabat itu tidak beda seperti binatang. Para manusia yang harus dikebunbinatangkan. Satu orang paling lantang memberi komando. Ia mengatur dan memberi aba-aba. Setelah teriakan-teriakan mereka bergumpal dibawa udara, mereka pergi begitu saja, meninggalkan sampah-sampah yang harus disingkirkan oleh tukang bersih-bersih.

Tidak jauh dari kebun binatang, seorang perempuan sedang asyik membaca. Ia memakai tank top hitam dan rok dengan panjang sedikit di bawah lutut. Ia juga asyik menikmati musik lewat earphone-nya. Seorang perempuan tomboy lewat petantang-petenteng. Bercelana pendek, dengan jaket dan sepatu seperti tentara. Tiba-tiba ia terjatuh. Sambil ia mengikat tali sepatunya agar lebih benar, ia berseloroh kalau ia tadi habis dari kebun binatang. Tapi tidak ada yang menghiraukan. Ia mengulang perkataannya lagi dengan lebih lantang, membuat perempuan yang membaca tadi melepaskan earphone-nya. Perempuan tomboy itu berhasil menarik perhatiannya. Mulailah ia bercerita dengan panjang dan ekspresif.

Cerita-cerita ganjil mulai dari masa kecilnya, orang tuanya yang mati bunuh diri, serta hubungan anehnya dengan pemilik kontrakan dan kucingnya yang galak. Perempuan yang tadi membaca mendengarkan sambil sesekali menanggapi dengan sedikit bercerita tentang kehidupannya. Ia mempunyai dua orang anak dan lelaki yang acap kali membakar hatinya. Si perempuan tomboy kadang menggoda nakal dan memancing kemarahan si perempuan yang membaca tadi. Mereka beradu mulut. Tapi kemudian saling bercerita lagi.

“Kamu mau tahu kenapa aku ke kebun binatang tadi?” Tawar si perempuan tomboy yang mencoba menghentikan langkah si perempuan yang membaca tadi. Dan ia kembali berhasil. Tapi ceritanya tak kunjung pula membahas kebun binatang.

Itulah sepenggal cerita “The Zoo Story” yang dipentaskan oleh “Kelompok Teater Kami” di Galeri Indonesia Kaya hari Minggu lalu. Sebuah cerita yang kurang lebih menyindir manusia yang semakin binatang melebihi binatang itu sendiri, kesepian, miskomunikasi dan kesenjangan sosial. Seru sekali melihat dua tokoh perempuan tanpa nama itu berinteraksi dengan sangat ekspresif. Mereka tidak saling mengenal sama sekali. Hanya bermodal pertemuan tak terencanakan dan rasa penasaran masing-masing. Penonton pun dibuat penasaran tentang apa yang terjadi sesungguhnya. Ada kelucuan dan ironi disana. dibawakan dengan gemilang oleh dua tokoh perempuan utama. Karakter mereka sangat khas. Satu feminim satu tomboy, membuat cerita mengalir dengan cukup terfokus.

“The Zoo Story” adalah sebuah karya adaptasi dari penulis asal Virginia, Amerika Serikat, Edward Albee yang ditulis pada tahun 1958. Pada awalnya, naskah teater ini berjudul “Peter and Jerry” dan memang dipentaskan oleh dua orang lelaki sebagai tokoh utama. Seiring berjalannya waktu, naskah teater ini banyak sekali dipentaskan dengan adaptasi masing-masing kelompok teater.

Sementara “Kelompok Teater Kami” adalah salah satu kelompok teater tersohor dan solid di Indonesia. Berdiri sejak 21 Juli 1989 oleh Harris Priadie Bah, teater ini sangat aktif melahirkan karya dan melakukan pementasan, antara lain Berita Cuaca (1989), Metamorfosa Api (1992), Perjamuan Kata dan Tubuh-Tubuh yang Membaca (2006), Perkamen Tanah yang Sedih (2007), MenOs (2008), Gegerungan (2009), dan masih banyak lagi. Menurut Afrizal Malna (dikutip dari www.kelola.or.id) “Kelompok Teater Kami” menggarap tema-tema realis dengan bentuk yang imajinatif. Untuk melihat galeri pementasan “Kelompok Teater Kami” bisa mengunjungi http://kelompokteaterkami.blogspot.co.id/.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s