Lokakarya Drama Audio bersama Monica Cantieni

Sejumlah lokakarya yang menjadi rangkaian acara Bienal Sastra Salihara 2015 menjadi daya tarik tersendiri bagi para partisipan. Lokakarya tersebut antara lain pokok tokoh, novel grafis atau komik, dan drama audio. Sejumlah sesi tersebut tentu membuat peserta yang datang mendapat tambahan pengetahuan tentang apa yang mereka minati. Apalagi pemateri yang dihadirkan juga sesuai dengan bidangnya.

Lokakarya drama audio menjadi salah acara yang ada di hari penutup Salihara International Literary Biennale yang bertema “Sastra dan Rasa” tahun ini. Pengajarnya adalah penulis yang berasal dari Swiss; Monica Cantieni. Selain menjadi seorang penulis, Monica juga bekerja di dunia pertelevisian dan radio di Swiss. Bukunya yang berjudul “Grunschnabel (2011)” berhasil membawanya masuk dalam nominasi Swiss Book Award 2011. Sebuah kesempatan berharga bertemu dengannya dan berbagi pengalaman.

Di awal sesi lokakarya, Monica meminta seluruh peserta untuk membaca tiga berita berbahasa Inggris yang saling berkaitan. Berita tersebut tentang penembakan yang terjadi di sebuah kawasan wisata sepi. Empat orang meninggal. Sementara dua anak-anak berhasil selamat. Setelah para peserta membaca berita tersebut, lalu Monica membacakannya untuk para peserta dengan meminta mereka menutup mata. Hal ini untuk memberika kesan berbeda terhadap apa yang dibaca dengan apa yang didengar. Setelah itu, para peserta diminta untuk mengatakan apa saja hal yang mereka ingat dari berita itu dan memberikan kesan mereka.

Setelah itu, Monica meminta para peserta untuk memilih secarik kertas kecil yang telah disediakan sedemikian rupa olehnya. Kertas-kertas kecil yang dilipat itu berisi tokoh-tokoh yang ada di berita tersebut. Seperti empat korban yang meninggal yang terdiri dari Ayah, Ibu, Nenek, dan pengendara sepeda di sekitar kejadian, serta dua anak-anak yang selamat, dua polisi, wartawan, bagian forensik, saksi, dan tentunya sang pembunuh. Setiap peserta lokakarya harus membuat cerita tersendiri tentang tokoh yang mereka dapat; baik itu latar belakang kejadian, latar belakang kehidupan, sifat, motif, masalah yang mereka hadapi, hingga detil keseharian. Peserta bisa membuat monolog sang tokoh maupun dialog antar tokoh. Sesi ini terasa begitu menyenangkan dimana peserta bisa mengobrol dengan peserta lainnya untuk bertukar ide dan membuat dialog antar tokoh. Monica pun menghampiri tiap kelompok dimana ia memberikan berbagai ide untuk pengembangan karakter.

Setelah para peserta selesai membuat bagian tokoh mereka, tulisan-tulisan yang mereka hasilkan dalam bahasa Inggris diunggah ke dokumen yang telah disediakan Monica di dalam email masing-masing. Lalu tiap peserta pun diminta untuk membacakan apa yang telah ditulis. Kelucuan pun terjadi ketika para peserta membacanya dengan gaya drama radio dengan suara yang dibedakan dan berintonasi sesuai kalimat. Tapi ada juga yang cukup membuat merinding, mengingat berita yang menjadi dasar tulisan peserta adalah berita pembunuhan.

Sesi lokakarya ini berlangsung selama lebih dari tiga jam, dimana sebenarnya waktu yang dijadwalkan cuma dua jam saja. Panitia memperbolehkan Monica dan para peserta untuk mengeksplor berita tersebut menjadi sejumlah tulisan yang menarik dan mengakrabkan diri antar peserta. Di akhir sesi, Monica mengingatkan para peserta bisa memulai untuk menulis dengan cara ini. Pilihlah sebuah berita dan buatlah deskripsi untuk tiap tokoh yang ada di berita tersebut. buatlah latar belakang, masalah tiap tokoh dan kesehariannya. Lambat laun akan terjalin cerita yang menyatu antar tokoh dimana kejadian di berita tersebut menjadi titik temu. Sebuah cara yang menarik untuk mengatasi kebuntuan dalam menulis.

Setelah lokakarya ini, Monica bertolak ke Bali untuk menghadiri Ubud Writers and Readers Festival 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s